Selasa, 12 Juni 2012

Muhaimin Minta ILO Bantu Perlindungan Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri


Jenewa - Menteri tenaga kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengadakan pertemuan khusus dengan Guy Ryder, Dirjen International Labour Organitation (ILO) asal Inggris  di sela-sela sidang International Labour Conference (ILC/Konferensi Ketenagakerjaan Internasional ) ke 101  yang saat ini masih berlangsung di Jenewa Swiss.

Dalam pertemuan itu, dibicarakan empat poin utama yaitu penyusunan kerangka hukum pelaksanaan jaminan social, peningkatan kesempatan kerja kaum muda untuk mendorong penurunan target pengangguran menjadi sebesar 5 persen pada tahun 2014, penanganan perlindungan tenaga kerja migrant Indonesia serta pelaksanaan prinsip dasar di tempat kerja yang telah termuat dalam 8 konvensi dasar ILO.

Muhaimin juga mengundang Guy Ryder yang baru saja terpilih sebagai Dirjen ILO masa jabatan 2012-2017 tersebut,  agar bersedia datang ke Indonesia untuk memberikan masukan-masukan positif bagi perkembangan pembangunan sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia mengajak Dirjen ILO yang baru agar kerjasama yang selama ini telah terbina baik dengan ILO Jakarta dapat ditingkatkan dalam menghadapi tugas-tugas dan permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi di Indonesia, Kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers Pusat Humas Kemnakertrans di Jakarta pada Senin pagi waktu setempat atau Senin sore WIB (11/6).
 
Muhaimin mengatakan ada 4 point kerjasama yang tengah digagas pemerintah Indonesia dan ILO di bidang ketenagakerjaan.Diantaranya adalah penyusunan kerangka hukum pelaksanaan jaminan social, peningkatan kesempatan kerja kaum muda untuk mendorong penurunan target pengangguran menjadi sebesar 5 persen pada tahun 2014.

Kita pun berharap kerjasama erat dengan ILO dalam penanganan perlindungan tenaga kerja migrant Indonesia di negara-negara penempatan, serta pelaksanaan prinsip dasar di tempat kerja yang telah termuat dalam 8 konvensi dasar ILO, kata Muhaimin.

ILO diharapkan membuat kebijakan yang tegas dan kepada 184 negara-negara anggotanya sehingga mereka benar-benar menekankan dan melaksanakan aspek perlindungan bagi tenaga kerja migrant. Hal ini harus menjadi perhatian khusus dan prioritas kerja ILO ke depan, kata Muhaimin.

Terkait konvensi ILO, Muhaimin menjelaskan selama ini pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi dasar ILO yang di dalamnya memuat ketentuan penghapusan kerja paksa, kebebasan berserikat dan berunding,anti diskriminasi di lingkungan kerja dan konsultasi tripartite. Termasuk Konvensi internasional tentang Perlindungan Hak Semua Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya yang baru saja disahkan dan diratifikasi.

Selama ini kita telah menerapkan konvensi-konvensi dasar ILO tersebut dalam ketenagakerjaan. Namun memang masih dibutuhkan asistensi,  pengarahan dan pengawasan dalam kerangka pelaksanaannya lebih lanjut dari ILO, kata Muhaimin.

Oleh karena itu, Muhaimin menambahkan, pemerintah Indonesia pun mengharapkan agar lebih banyak pekerja Indonesia yang bisa bekerja di  ILO. Saat ini hanya terdapat satu orang pekerja Indonesia yang bertugas di kantor ILO ASIA Pasifik di Bangkok.

Dalam pertemuan itu, Muhaimin juga mengundang Guy Ryder yang baru saja terpilih sebagai Dirjen ILO masa jabatan 2012-2017 tersebut,  agar bersedia datang ke Indonesia untuk memberikan masukan-masukan positif bagi perkembangan pembangunan sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

Sampai saat ini belum pernah sekalipun Dirjen ILO yang berkunjung Ke Indonesia, padahal pimpinan lembaga-lembaga PBB yang lainnya sudah sering datang. Bahkan Sekjen PBB pun pernah datang ke Indonesia. kata Muhaimin. #

Tidak ada komentar:

Posting Komentar