Medan,
29 September 2012 - Data
Survei BPOM dari sampling yang dilaksanakan oleh 30 Balai POM di Indonesia
dengan sampel 886 SD yang tersebar di 30 kota di Indonesia, didapatkan sebanyak
35% sampel tidak menenuhi syarat. Berdasarkan latar belakang tersebut,
Tupperware melalui program Aku Anak Sehat (AAS) ini berusaha untuk
memfasilitasi kesadaran masyarakat mengenai bahaya zat aditif yang terkandung
pada jajanan, serta edukasi tentang pentingnya membawa bekal makanan sehat dari
rumah bagi para orang tua serta para pendidik.
Sebagai bagian dari rangkain program AAS
2012, Tupperware Indonesia menghadirkan beberapa pembicara yakni Setia Murni
(Plh Ka Balai BBPOM Medan) ; Dra.Rose Mini, M.Psi (Psikolog Anak); dr. H. Tb.
Rachmat Sentika, SpA, MARS (Tim Ahli Komisi Perlindungan Anak Indonesia); Nurlaila
Hidayati (Marketing Manager PT Tupperware Indonesia) dalam acara seminar yang
diselenggarakan di Grand Ballroom Emerald Garden Hotel, Medan.
Nurlaila Hidayati, Marketing Manager PT
Tupperware Indonesia, menyatakan program AAS merupakan program tahunan
Tupperware Indonesia yang diawali dengan seminar untuk guru, kepala sekolah dan
wakil dari komite sekolah serta kegiatan roadshow pada bulan Mei-November 2012.
Tupperware juga merasa bangga karena di
tahun 2012 ini melalui program AAS memperoleh ReBi atau Rekor Bisnis sebagai
perusahaan direct selling yang konsisten melakukan Corporate Social Responbility (CSR) dalam edukasi kebersihan ke
anak sekolah. Dengan program Aku Anak Sehat ini, kami ingin menanamkan kembali
kebiasaan positif kepada anak-anak untuk selalu membuang sampah di tempatnya,
mencuci tangan sebelum makan, dan membawa bekal dari rumah, ”ungkap Nurlaila.
Mengangkat tema tentang bagaimana
menyadarkan para orangtua murid dan guru-guru tentang bahaya zat aditif yang
terkandung pada jajanan anak serta menerapkan pola hidup sehat dengan membawa
makan sehat dari rumah dalam membentuk anak menjadi anak sehat dan hebat, ujar Nurlaila.
“Ada baiknya bagi orang tua selalu menyempatkan waktu untuk menyiapkan bekal
yang sehat bagi anak anda di sekolah, agar terhindar dari kontaminasi jajanan
sekolah yang teracuni zat zat kimia berbahaya.”
“Penyalahgunaan zat aditif yang dimasukkan
berlebihan kedalam jajanan anak sangat berbahaya terhadap kesehatan anak. Hal
ini memang tidak akan terlihat dalam jangka waktu yang dekat. Tetapi dikemudian
hari, muncul kerusakan-kerusakan pada ginjal serta gangguan dalam tumbuh
kembang anak, jelas dr. H. Tb. Rachmat Sentika, SpA, MARS, Tim Ahli Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Psikolog Anak,Dra.Rose Mini, M.Psi juga
mengamini bahwa kiat dan strategi untuk para orang tua dan guru-guru dalam
memberikan kesadaran serta edukasi tentang kandungan zat-zat berbahaya yang ada
pada jajanan di sekolah. “Para pendidik harus menguasai wawasan mengenai pola
makan yang sehat. Ketika menghimbau anak, sertakan pula alasan yang logis dan
konkret sesuai dengan kemampuan anak, sehingga anak dapat mencerna dengan mudah
dan akan bertindak sesuai dengan arahan yang dimaksud”.
Strategi-strategi
tersebut diperlukan dalam menghadapi sifat anak-anak yang cenderung tidak
menghiraukan. “Makanan yang mengandung zat aditif selain sangat berbahaya untuk
kesehatan, hal tersebut dapat merusak citra pangan Indonesia dan menurunkan
daya saingnya di pasar global. Selain itu, hal ini juga sangat tidak mendidik
pelaku usaha untuk bertanggungjawab dan mau bersaing secara jujur, adil dan
tidak merugikan konsumen” imbuh Setia Murni (Plh Ka Balai BBPOM Medan).
Roadshow
Program AAS
Program Aku Anak Sehat (AAS) adalah program
yang diadakan oleh Tupperware Indonesia secara konsisten dan berkesinambungan
sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak Indonesia.
Kegiatan ini diawali oleh seminar untuk
guru dan dilanjutkan dengan roadshow ke Sekolah Dasar (SD). Melihat perjalanan
AAS sejak tahun 2007, setiap tahunnya AAS mengalami peningkatan. Di tahun
pertamanya program AAS hanya menjangkau 10 sekolah dasar di Jakarta dan jumlah
anak 2.441 siswa.
Tapi di tahun 2011, program AAS sudah
melibatkan 325 SD di Jakarta, Bandung, Surabaya (termasuk Sidoarjo dan Malang)
dan lebih luas lagi menjangkau kota Yogyakarta, dan Medan dengan jumlah murid
sebayak 43.755 anak. Pada tahun ini, Tupperware menetapkan target untuk
melibatkan 500 SD dengan tambahan roadshow di kota Makassar dan menjangkau
lebih dari 100 ribu anak. Jadi selama kurun waktu dari 2007-2011, program AAS
telah menjangkau 754 SD dengan total siswa 108.731 anak.
Dan sebagai bentuk nyata kepedulian
Tupperware terhadap kebersihan dan kesehatan anak-anak sekolah, maka pada
program AAS, Tupperware memberikan 1 set wastafel, 2 set tempat sampah dan 2
poster pendidikan kepada SD yang mengikuti program AAS. Melalui fasilitas
tersebut, diharapkan pola hidup sehat dapat diterapkan sedari dini. ###

Tidak ada komentar:
Posting Komentar