Selasa, 31 Juli 2012

UNICEF: Jadikan ASI Eksklusif Prioritas Nasional


JAKARTA, 1 Agustus 2012 - Pada peringatan 20 tahun Pekan ASI Sedunia, yang dimulai Rabu (1/8), UNICEF mengatakan bahwa investasi pada kebijakan national yang kuat dalam menyusui dan gizi dapat mencegah kematian sekitar 20.000 anak balita di Indonesia setiap tahun.

"Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam mengurangi kematian anak, meningkatkan pendaftaran sekolah dasar, dan memperkuat ekonomi dalam beberapa tahun terakhir -
- tetapi kenyataannya tetap bahwa terlalu banyak anak tidak bisa merayakan ulang tahun kelima mereka," kata Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Angela Kearney.

Meskipun sudah ada bukti kuat bahwa ASI eksklusif mencegah penyakit seperti diare dan pneumonia, yang menyebabkan 40 persen dari kematian balita di Indonesia, tingkat pemberian ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama seorang bayi menurun di Indonesia dari 40 persen di tahun 2002 dan 32 persen pada tahun 2007.

"Walaupun pentingnya ASI umumnya dipahami para ibu, pengenalan makanan lain terlalu dini dalam kehidupan seorang anak dan tantangan bagi perempuan untuk dapat menyusui terus membahayakan kesehatan anak-anak," tambahnya.

"UNICEF memuji langkah yang diambil oleh Indonesia untuk meningkatkan tingkat menyusui, termasuk peraturan kesehatan baru yang melarang promosi pengganti ASI di fasilitas kesehatan, dan telah diformalkannya hak perempuan untuk menyusui," kata Ms. Kearney. "Pemerintah Indonesia juga memainkan peran utama dalam inisiatif global Scaling Up Nutrition, yang berfokus pada peningkatan alokasi keuangan, kebijakan yang lebih terkoordinasi dan memperkuat keahlian teknis untuk meningkatkan gizi anak - upaya yang juga didukung oleh mitra internasional termasuk Uni Eropa dan Bank Dunia."

"Untuk memastikan setiap ibu sepenuhnya mengerti bagaimana menyusui secara eksklusif, dan untuk memungkinkan setiap perempuan untuk menyusui, kita harus melipatgandakan usaha kita sampai semua profesional kesehatan, pekerja komunitas dan pemimpin mempromosikan, mendukung dan melindungi pemberian ASI eksklusif dan gizi yang baik dalam komunitas mereka, sampai setiap pemberi kerja menyediakan fasilitas yang memadai bagi para ibu untuk mempertahankan menyusui di tempat kerja, dan sampai dengan pengaturan pemasaran produk pengganti ASI dan diberlakukan sesuai dengan standar internasional."

Pada tahun 2008 jurnal kesehatan The Lancet menyoroti fakta bahwa anak yang tidak disusui 14 kali lebih mungkin meninggal dalam enam bulan pertama dari anak yang mendapatkan ASI eksklusif. ASI saja sudah memenuhi persyaratan lengkap gizi bayi sejak lahir hingga umur 6 bulan, dan menyediakan antibodi penting untuk melindungi anak dari penyakit.

Gizi buruk memiliki dampak tidak hanya pada kesehatan anak tetapi juga perkembangan mentalnya. Hal ini pada gilirannya memiliki dampak jangka panjang terhadap potensi belajar anak dan produktivitas di masa dewasa.

Pada saat yang sama, para ahli juga mengatakan bahwa ibu bekerja yang menyusui cenderung tidak mengambil cuti kerja untuk merawat anak yang sakit, produktivitas kerjanya meningkat di tempat kerja ketika fasilitas menyusui disediakan, dan bahkan mengurangi biaya kesehatan perusahaan ketika karyawan dapat menyusui mereka bayi. #

Penulis Australia Luncurkan Buku Cerita Petualangan untuk Anak Indonesia


31 Juli 2012 - Penulis muda Australia telah merealisasikan mimpi lamanya untuk meluncurkan buku cerita misteri dan petualangan untuk anak Indonesia, Petualangan Anak Indonesia. Keseluruhan buku ini ditulis dalam bahasa Indonesia. 

Nicholas Mark

AXIS dan XL Sepakat Mengakhiri Kerjasama Roaming Nasional


Jakarta, 27 Juli 2012:  PT AXIS Telekom Indonesia (AXIS) dan PT XL Axiata Tbk (XL) telah sepakat untuk mengakhiri kerjasama roaming nasional kedua perusahaan. Kerjasama ini secara resmi akan berakhir pada 31 Agustus 2012.

Jumat, 20 Juli 2012

Indosat Hadirkan Layanan GRATIS 3 Hari 3 Malam ++


Jakarta, 19 Juli 2012 – Menyambut bulan suci Ramadan yang segera tiba, Indosat telah mempersiapkan berbagai suguhan spesial untuk lebih dekat dan memberi manfaat lebih kepada pelanggan setia-nya selama bulan Ramadhan, yaitu program Ramadan Makin Penuh Berkah yang memberikan layanan Gratis 3 Hari 3 Malam ++.

Head of Northern Sumatera Area, Gede Krishna Jaya, ditemani staf Sales Area Medan melakukan tanya jawab ke penjual yang ada di Plaza Millenium

Minggu, 15 Juli 2012

Tupperware Ajak Masyarakat di 21 kota Donor Darah Untuk Kumpulkan 10.000 Kantong Darah

Medan, 14 Juli 2012 – Tupperware kembali menggelar aksi donor darah dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke 21. Kegiatan yang bertajuk “A Drop for Hopes” yang berlangsung secara rutin sejak tahun 2008 ini merupakan salah satu wujud kepedulian Tupperware pada ketersediaan darah di Indonesia yang idealnya mencapai dua persen dari jumlah penduduk suatu negara. Kegiatan donor darah ini diselenggarakan di Atrium Selatan Plaza Medan Fair serta dibuka dan dihadiri oleh Ir. H. Benny Yuswar, Wakil Ketua Palang Merah Indonesia Sumatera Utara, H. Sudarmaji, Wakil Ketua PMI kota dan Erlangga Dirga perwakilan dari PT Tupperware Indonesia dan didukung oleh komunitas Persatuan Donor Darah Indonesia – Blood4Life.

PT Tupperware Indonesia bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar aksi donor darah yang diresmikan oleh (dari kiri ke kanan) Perwakilan dari Persatuan Donor Darah Indonesia Blood4life Samsudin Zhang, Perwakilan dari Tupperware Indonesia Erlangga Dirga, Psikolog Roslina Verauli, Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Medan Dr. Gita Aisyarita, Wakil Ketua PMI Sumatera Utara Ir. Benny Yuswar, dan Wakil Ketua PMI Kota Medan S. Sudarmaji.