Jakarta, 30 Agustus 2012 - Kondisi kesehatan gizi ibu hamil sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap status kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Salah satu kondisi yang paling sering diderita ibu hamil adalah anemia, yang seringkali gejalanya dirasakan ringan dan tidak dianggap berbahaya. Padahal, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur, bayi berat lahir rendah, dan kematian pada bayi yang dilahirkan. Anemia pada ibu hamil juga dapat meningkatkan resiko kematian ibu dalam proses persalinan.
Saat ini, penanggulangan anemia pada ibu hamil di Indonesia dilakukan melalui program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil sebanyak 90 tablet selama masa kehamilan. Meskipun kebijakan ini sudah ada sejak tahun 70-an, tetapi prevalensi anemia di Indonesia masih tinggi.
Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada tahun 2001, prevalensi anemia pada wanita usia subur adalah 40%. Sementara hasil Riskesdas 2010 menunjukkan bahwa 80.7% perempuan usia 10-59 tahun telah mendapatkan TTD, tetapi baru 18% diantaranya yang mengonsumsi sebanyak 90 tablet.
Salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Puslitkes FKM-UI bekerjasama dengan The Micronutrient Initiative (MI) Indonesia pada tahun 2012 di empat kecamatan di Kabupaten Lebak dan Purwakarta menemukan bahwa: Fokus program masih pada distribusi TTD dan bukan pada kepatuhan minum TTD, Proses pengadaan TTD yang masih belum terstandarisasi, Kurangnya pelatihan tentang anemia untuk menekankan pentingnya pencegahan anemia pada ibu hamil, Banyaknya informasi yang salah yang beredar di masyarakat yang menghambat keberhasilan program, dan kurangnya sarana informasi mengenai anemia pada ibu hamil.
Sejak Maret 2012, Yayasan IBU bekerjasama dengan The Micronutrient Initiative dengan menggandeng Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten setempat mengadakan Program penanggulangan anemia pada ibu hamil melalui peningkatan kualitas program suplementasi TTD melalui metode Komunikasi Perubahan Perilaku di Kabupaten Purwakarta, Jabar dan Kabupaten Lebak, Banten.
Program Penguatan Suplementasi Zat Besi dan Asam Folat (TTD) pada Ibu Hamil ini bertujuan untuk meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku ibu hamil mengenai pentingnya Suplementasi TTD dan pada ibu hamil secara khusus, serta pentingnya asupan gizi yang berimbang sebelum dan selama kehamilan. Juga meningkatkan kualitas penyampaian informasi mengenai pentingnya TTD oleh petugas kesehatan.
Dikatakan oleh dr. Elvina Karyadi, MSc, Phd, Direktur The Micronutrient Initiative Indonesia, sangatlah penting bahwa wanita hamil mengkonsumsi TTD minimal 90 tablet secarat berturut-turut selama masa kehamilan (usia subur) karena tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil saat ini.
Sementara dr. Ridwan Gustiana, MPH, Direktur Yayasan IBU memaparkan bahwa program ini dirancang sejalan dengan misi lembaga, yakni untuk peningkatan kualitas anak terutama dari sejak dari kandungan sampai usia Balita (golden period) yang salah satu faktor pendukungnya terutama dukungan pada Ibu ketika periode hamil, terutama pencegahan anemia untuk menekan angka kematian ibu dan anak serta meningkatkan kualitas anak yang dilahirkan.
Tindak lanjut dari program Penguatan Suplementasi Zat Besi dan Asam Folat pada Ibu Hamil ini akan diimplementasikan melalui disseminasi Komunikasi Perubahan Perilaku mengenai, serta perbaikan sistem rantai suplai tablet tambah darah dan sistem monitoring yang berjalan di tingkat kabupaten, dan pertemuan kerjasama lintas sektor dalam penanggulangan anemia pada ibu hamil. #
Saat ini, penanggulangan anemia pada ibu hamil di Indonesia dilakukan melalui program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil sebanyak 90 tablet selama masa kehamilan. Meskipun kebijakan ini sudah ada sejak tahun 70-an, tetapi prevalensi anemia di Indonesia masih tinggi.
Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada tahun 2001, prevalensi anemia pada wanita usia subur adalah 40%. Sementara hasil Riskesdas 2010 menunjukkan bahwa 80.7% perempuan usia 10-59 tahun telah mendapatkan TTD, tetapi baru 18% diantaranya yang mengonsumsi sebanyak 90 tablet.
Salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Puslitkes FKM-UI bekerjasama dengan The Micronutrient Initiative (MI) Indonesia pada tahun 2012 di empat kecamatan di Kabupaten Lebak dan Purwakarta menemukan bahwa: Fokus program masih pada distribusi TTD dan bukan pada kepatuhan minum TTD, Proses pengadaan TTD yang masih belum terstandarisasi, Kurangnya pelatihan tentang anemia untuk menekankan pentingnya pencegahan anemia pada ibu hamil, Banyaknya informasi yang salah yang beredar di masyarakat yang menghambat keberhasilan program, dan kurangnya sarana informasi mengenai anemia pada ibu hamil.
Sejak Maret 2012, Yayasan IBU bekerjasama dengan The Micronutrient Initiative dengan menggandeng Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten setempat mengadakan Program penanggulangan anemia pada ibu hamil melalui peningkatan kualitas program suplementasi TTD melalui metode Komunikasi Perubahan Perilaku di Kabupaten Purwakarta, Jabar dan Kabupaten Lebak, Banten.
Program Penguatan Suplementasi Zat Besi dan Asam Folat (TTD) pada Ibu Hamil ini bertujuan untuk meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku ibu hamil mengenai pentingnya Suplementasi TTD dan pada ibu hamil secara khusus, serta pentingnya asupan gizi yang berimbang sebelum dan selama kehamilan. Juga meningkatkan kualitas penyampaian informasi mengenai pentingnya TTD oleh petugas kesehatan.
Dikatakan oleh dr. Elvina Karyadi, MSc, Phd, Direktur The Micronutrient Initiative Indonesia, sangatlah penting bahwa wanita hamil mengkonsumsi TTD minimal 90 tablet secarat berturut-turut selama masa kehamilan (usia subur) karena tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil saat ini.
Sementara dr. Ridwan Gustiana, MPH, Direktur Yayasan IBU memaparkan bahwa program ini dirancang sejalan dengan misi lembaga, yakni untuk peningkatan kualitas anak terutama dari sejak dari kandungan sampai usia Balita (golden period) yang salah satu faktor pendukungnya terutama dukungan pada Ibu ketika periode hamil, terutama pencegahan anemia untuk menekan angka kematian ibu dan anak serta meningkatkan kualitas anak yang dilahirkan.
Tindak lanjut dari program Penguatan Suplementasi Zat Besi dan Asam Folat pada Ibu Hamil ini akan diimplementasikan melalui disseminasi Komunikasi Perubahan Perilaku mengenai, serta perbaikan sistem rantai suplai tablet tambah darah dan sistem monitoring yang berjalan di tingkat kabupaten, dan pertemuan kerjasama lintas sektor dalam penanggulangan anemia pada ibu hamil. #
Tidak ada komentar:
Posting Komentar